Select Page

Ekspedisi Gunung Latimojong

Gunung Latimojong yang terletak di Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan, mempunyai banyak puncak yaitu puncak Pantealoan (2500 mdpl), puncak Pokapinjang (2970 mdpl), puncak Rante Mario (3478 mdpl), puncak Sinaji (2430 mdpl), puncak Sikolong (2754 mdpl), puncak Rante Kambola (3083 mdpl), puncak Nenemori (3397 mdpl), puncak Bajaja (2700 mdpl), puncak Latimojong (2800 mdpl).

Pendakian kali ini kami menuju puncak Rante Mario (3478 mdpl) yang merupakan puncak tertinggi di pegunungan Latimojong dan puncak tertinggi di Sulawesi. Untuk mencapai puncak Rante Mario kami melalu jalur Karangan( Dusun Karangan, Desa Rantelemo, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang).

Rute Pendakian Latimojong

Pendakian ini dimulai dari Bandara Sultan Hassanudin Makassar menuju Baraka, disitu kami menyewa mobil jenis avanza untuk 5 hari, sedang ongkos sewa perhari Rp. 400.000,-  tidak termasuk bensin. Teman-teman bisa kontak drivernya pak UDIN (085299873237). Berangkat dari Bandara Hassanudin pukul 18.00, kami tiba di Baraka pukul 04.00 pagi…

Mendaki Latimojong (Hari II)

Untuk teman-teman ketahui kebetulan kami datang bukan hari pasaran, sehingga tidak ada angkutan yang mau membawa menuju dusun karangan maka kami harus carter jeep atau truk sendiri menuju kedusun Karangan. Pukul 8.30 akhir kami berangkat menuju dusun karangan dengan mencarter truk( kami tidak pos1 Latimojongkebagian jeep) dengan ongkos 30rb per orang. Sebagai informasi truk hanya bisa mengantar kami sampai desa Rantelemo, sedangkan jeep bisa sampai membawa mengantar dusun Karangan. Setelah menempuh jalan yang berkelok-kelok tajam dan menanjak akhirnya pukul 12.15 kami sampai di desa Rantelemo. Kemudian kami lanjutkan perjalanan kedusun Karangan dengan berjalan kaki menyusuri jalan desa.Pukul 13.00 kami sampai di dusun Karangan (1390 mdpl), disambut senyum ramah Ambe Simen, bapak pemilik rumah panggung yang biasa dipakai sebagai tempat singgah/istirahat para pendaki. Untuk menginap disana tidak dipungut biaya. Pukul 15.00 kami putuskan untuk melanjutkan perjalanan dengan target camp di Pos 2. Dibawah guyuran hujan kami menyusuri lading penduduk yang didominasi ladang kopi. Pukul 17.00 kami tiba di Pos 1 (1800 mdpl) Buntu Kaciling. Di Pos 1 terdapat pelataran yang cukup luas dengan kapasitas 2 tenda.

Baca pula: Pendakian Gunung Kerinci

Perjalanan dari Pos 1 ke Pos 2 cukup menguras tenaga karena jalurnya menyempit , licin, berlumut naik turun menyusuri sisi bukit ditambah lagi hujan makin deras dan hari mulai gelap. Perjalanan normalnya  1  jam ternyata harus kami tempuh dalam waktu 2 jam. Setelah menyeberangi sungai besar tibalah kami di Pos 2 Goa Sarung Pakpak. Pos 2 dikelilingi hutan rotan dengan sumber air berupa sungai yang airnya mengalir deras. Di Pos 2 terdapat pelataran di bawah tebing batu yang cukup untuk 2 tenda.

Perjalanan ke Latimojong (Hari III)

Keesokan harinya pukul 09.30 kami melanjutkan perjalanan ke Pos 3 Lantang Nase (1940 mdpl) dengan waktu tempuh 1 jam. Jalur terjal dan menanjak cukup menguras stamina kami. Di Pos 3 terdapat pelataran yang cukup luas untuk 2 tenda, tidak ada mata air di pos ini.

Dari Pos 3 menuju Pos4  dapat ditempuh dalam waktu 45 menit. Pos 4 Buntu Lebu (2140 mdpl) terdapat pelataran yang cukup untuk  3 tenda , tidak ada mata air di pos ini.

Perjalanan dari Pos 4 menuju pos 5 ditempuh dalam waktu 1 jam dengan medan yang cukup terjal dan cukip jauh. Sebelum Pos 5 kami melewati hutan lumut yang jarang ditemukan di gunung-gunung di Pulau jawa. Pukul 13.10 kami tiba di Pos 5 Soloh Tama (2480 mdpl), karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat dan hujan tak kunjung berhenti maka kami putuskan untuk camp di Pos 5. Di Pos 5 terdapat pelataran yang luas cukup untuk 10 tenda dan terdapat mata air berupa sungai di sisi lembah

Mendaki Puncak Rante Mario (Hari IV)

Pukul 03.30 kami memulai perjalanan menuju puncak Rante Mario dengan barang perbekalan kami tinggal di Pos 5. Perjalanan dari Pos 5 menuju Pos 6 di tempuh dalam waktu 40 menit. Di Pos 6 tidak ada mata air. Perjalanan kami lanjutkan menuju Pos 7 Kolong Buntu (3100 mdpl). Pukul05.00 kami tiba di Pos 7 yang merupakan tempat terbuka dengan pelataran yang cukup luas cukup untuk 5-6 tenda. Sumber air di Pos 7 berupa sungai kecil yang mengalir di saat musim hujan.

30 menit setelah melewati tanjakan yang cukup terjal tibalah kami di hamparan sabana luas yang terdapat telaga kecil dan tampak batu-batuan putih berserakan di sekitar telaga….banyak informasi menyebutkan selepas dari Pos 8 terdapat persimpangan jalur, kalo ke kiri jalur menuju puncak Rante Mario dan ke kanan adalah jalur menuju puncak Nenemori.

Setelah menempuh waktu 1 jam dari Pos 8 tibalah kami di Puncak Rante Mario (3478 mdpl). Di puncak Rante Mario terdapat pelataran yang luas dan terbuka dengan tugu Tringanggulasi setinggi 1,5 m.

Tips mendaki Latimojong: Tidak disarankan untuk melakukan pendakian ke Latimojong pada waktu musim hujan karena disamping banyak lintah, jalur pendakiannya sangat licin dan lembab

Puncak RanteMarioSelamat Menikmati Keindahan Indonesia..

Simak Perjalanan: Raung Puncak Sejati 3344mdpl

 

Jemmy Effendy
Semasa kuliah aktif dalam organisasi kegiatan pecinta alam di sebuah kampus swasta yang terkenal di Surabaya.
Jemmy Effendy on Facebook
Read previous post:
Daftar Nomor Telpon Pos Perijinan Gunung di Indonesia

Sebelum kamu mendaki gunung-gunung di Indonesia ada baiknya kamu mencari informasi dari pos perijinan setempat atau pecinta alam yang menjaga...

Close