Wisata dan Mendaki Gunung Papandayan

Posted on

Gunung Papandayan Garut

PecintaAlam.net – Salah satu kawasan wisata alam favorit di Jawa Barat adalah Wisata Gunung Papandayan Garut. Padang edelweis tegal alun, area kawah seluas 10ha dan area hutan mati bekas letusan adalah spot dengan daya tarik tersendiri yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan dan pendaki gunung.

Gunung Papandayan merupakan sebuah gunung berapi yang masih aktif. Kawah papandayan dapat dijelajahi dari jarak dekat dan cukup aman untuk para pelancong. Kawah itu antara lain: Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk. Kawah-kawah itu dapat mengeluarkan asap dari celah bebatuan.

Lokasi Wisata Gunung Papandayan

Gunung Papandayan yang memiliki ketinggian 2.665 mdpl tepatnya berada di Kecamatan Cisurupan, sekitar 70 km tenggara Kota Bandung letaknya di Kabupaten Garut – Jawa Barat

Akses ke Gunung Papandayan Garut

Kamu bisa membawa kendaraan pribadi jika ingin ke Papandayan, bisa naik motor atau mobil pribadi untuk kesana. Sampai di kawasan Gunung Papandayan kamu bisa langsung menuju lokasi parkir taman wisata alam Gunung Papandayan. Sebelum memasuki area parkir Gunung Papandayan pengunjung diwajibkan melapor di pos pendaftaran dan membayar retribusi masuk serta parkir kendaraan.

Jika menggunakan angkutan umum kamu bisa naik bus yang ke arah Garut. Sampai di terminal Guntur Garut, diteruskan naik angkot ke gerbang wisata Gunung Papandayan di Kecamatan Cisurupan.

Jalur Pendakian Papandayan

Diamati dari ketinggiannya, kamu dapat mendaki Gunung ini tanpa perlu bermalam sehingga tidak perlu membawa bekal yang terlalu banyak, cukup air minum dan makanan sesuai selera. Namun jika kamu ingin membuka tenda dan bermalam bawalah bekal standart pendakian.

Jalur pendakian cisurupan treknya cukup aman dan bersahabat. Kamu dapat mengawali pendakian dari BaseCamp pendakian Gunung Papandayan menuju pondok salada. Kamu akan melewati kawah papandayan. Gunakan masker karena baunya sangat menyengat. Untuk kamu tahu papandayan memiliki sedikitnya 14 kawah. Tidak semuanya mengeluarkan asap. Treknya sedikit menantang namun tidak begitu menjadi kendala yang berarti.

Baca pula: 5 Penyakit Gunung yang Biasa Menyerang Pendaki

Sampai di pintu Lawang Angin jalurnya bercabang jadi 3. Jalur kiri menuju pondok salada. Jalur lurus menuju pangalengan, sementara jalur ke kanan menuju ke Tegal Alun. Di pondok salada ini kamu bisa mendirikan tenda jika mau. Di pondok ini pendaki juga dapat mengisi air untuk tambahan bekal. Bentangan edelweis sudah menyapa para pendaki mulai disini.

Tidak jauh dari tempat ini kamu akan melewati kawasan hutan mati, jalurnya tidak terlalu sulit. Hutan mati ini dihni oleh pohon-pohon yang menghitam bekas terbakar sementara tanah kapur yang berwarna putih menambah keunikan Gunung ini.

Perjalanan dapat dilanjutkan menuju Tegal Alun. Inilah salah satu spot idaman Gunung Papandayan Garut karena padang edelweisnya yang luas dan sangat mempesona. Di Tegal Alun pendaki dilarang mendirikan tenda dan dilarang memetik bahkan memetik edelweis yang tumbuh ditempat itu.

Sementara untuk menuju Puncak Gunung Papandayan dari Tegal Alun sudah tidak jauh lagi. Puncak Papandayan tidak ditandai dengan adanya tugu Triangulasi. Puncak Gunung ini hanya berupa pelataran kecil yang tersamar setapak yang membelah daratan tertinggi ini.

Kini saatnya kamu mengekplorasi kawasan wisata alam Gunung Papandayan Garut yang eksotis ini. Beberapa tips yang harus kamu tahu diantaranya: Usahakan tidak mendaki sore hari karena pekatnya asap dari kawah yang mengganggu pernafasan. Kelola pendakianmu dengan manajemen pendakian yang baik, agar lancar dan aman berpetualang.

Selamat berpetualang lagi…

Incoming search terms: