Mengenal Kode Etik Pecinta Alam Indonesia

Pecintaalam.net – Kode Etik Pecinta Alam Indonesia, Kode Etik Pecinta Alam adalah prinsip-prinsip dasar yang harus dipahami dan diterapkan oleh setiap individu yang menyukai dan menghormati alam. Ini merupakan panduan bagi tindakan yang baik dan bertanggung jawab dalam berinteraksi dengan alam, serta memastikan bahwa kelestarian alam tetap terjaga untuk generasi mendatang.

Kode Etik adalah salah satu aturan profesional tertulis yang menentukan tindakan baik dan buruk. Ternyata, bahkan pecinta alam juga memiliki kode etik yang harus dipahami oleh para pendaki.

Para pendaki mungkin tidak tahu bahwa sejarah kode etik pecinta alam pertama kali dicetuskan pada bulan Januari 1974. Kode etik ini menjadi pegangan bagi para pendaki dan pecinta alam untuk bersikap dan berperilaku di alam bebas.

Kode etik ini pertama kali dicetuskan di Pulau Kahyangan dan Tana Toraja selama kegiatan Gladian Nasional Pecinta Alam IV, yang diikuti oleh 44 perhimpunan pecinta alam se-Indonesia. Ini menjadi pertemuan terbesar bagi para pecinta alam.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan para pecinta alam saat berkegiatan di alam bebas. Hingga saat ini, kode etik pecinta alam masih dipegang teguh oleh perkumpulan pecinta alam se-Indonesia.

Sejarah Kode Etik Pecinta Alam Indonesia

Pada tahun 1970, Wanadri mengadakan latihan bersama yang disebut Gladian Wanadri atau Gladian Pertama. Kemudian, pada medio Desember 1970, Gladian ke-II dilakukan dengan peserta dari Pulau Jawa dan Bali. Dua belas embrio Kode Etik Pecinta Alam Indonesia dirumuskan pada Gladian Nasional ke-II Pecinta Alam Indonesia di Batu Malang, Jawa Timur.

Desember 1972, diskusi Kode Etik Pecinta Alam dilanjutkan pada Gladian Nasional ke-III di Carita Banten namun belum selesai dan tidak menghasilkan hasil. Embrio Kode Etik Pecinta Alam dari Gladian Nasional ke-II di Coban Rondo Malang direvisi dan disempurnakan pada Jambore Pecinta Alam I Jakarta Raya yang diselenggarakan oleh Pecinta Alam Jakarta. Dalam kesempatan ini, Kode Etik disempurnakan menjadi 7 butir dan diumumkan pada Gladian Nasional ke-IV.

Rekomendasi :  Pendaki Yang Terkenal Dari Sirkuit Seven Summits Saat Ini

Pada tahun 1974, Gladian Nasional Pecinta Alam se-Indonesia yang ke IV dihelat di Pulau Kayangan Ujung Pandang. Pada acara yang dihadiri oleh organisasi dan perhimpunan pecinta alam se-Indonesia, Kode Etik Pecinta Alam se-Indonesia dibacakan, disahkan, dan dikukuhkan oleh para peserta yang hadir, dengan harapan menjadi nilai-nilai yang terus diperjuangkan oleh pecinta alam Indonesia.

Isi Kode Etik Pecinta Alam Indonesia

Berikut ini adalah bunyi Kode Etik Pecinta Alam Indonesia

Pencinta Alam Indonesia menyadari bahwa alam dan isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
Kami Pencinta Alam Indonesia merupakan bagian dari masyarakat Indonesia yang sadar akan tanggung jawab terhadap Tuhan, bangsa, dan negara.
Dan Pencinta Alam Indonesia menyadari bahwa mereka adalah bagian dari makhluk yang mencintai alam sebagai anugerah dari Yang Mahakuasa.
Dengan pengetahuan ini, kami bersama-sama sadar.

Menyatakan :

  1. Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Memelihara alam beserta isinya serta menggunakan sumber alam sesuai dengan kebutuhannya
  3. Mengabdi kepada bangsa dan tanah air
  4. Menghormati tata kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitar serta menghargai manusia dan kerabatnya
  5. Berusaha mempererat tali persaudaraan antara pecinta alamsesuai dengan azas pecinta alam
  6. Berusaha saling membantu serta menghargai dalam pelaksanaan pengabdian terhadap Tuhan, bangsa dan tanah air
  7. Selesai

Kode etik pecinta alam Indonesia diatas hingga saat ini masih berlaku dan dipergunakan oleh organisasi Mapala dan berbagai perkumpulan pecinta alam di seluruh Indonesia.

Perkumpulan Pendaki Gunung di Indonesia

Melansir laman wartapalaindonesia, setelah Indonesia merdeka, lahir perkumpulan pendaki gunung dan pecinta alam di Indonesia. Sejauh ini data yang berhasil dikumpulkan adalah sebagai berikut:

  1. 18 Oktober 1953, Yogyakarta – PPA (Perkoempoelan Pentjinta Alam)
  2. 17 Agustus 1955, Malang – IPKA (Ikatan Pecinta Keindahan Alam Indrakila)
  3. 16 Mei 1964, Bandung – WANADRI
  4. 12 Desember 1964, Jakarta – MAPALA UI (Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia)
  5. 9 Agustus 1965, Yogyakarta MERMOUNC (Merbabu Mountaineer Club)
  6. 15 Mei 1967, Gresik – SWELAGIRI
  7. 28 Mei 1967, Bandung – EXTEMASZ
  8. 24 November 1967, Malang – Top Mountain Stranger7 (TMS 7)
  9. 29 November 1967, Jakarta – ARANYACALA TRISAKTI
  10. 18 Oktober 1968, Makassar- LIBRA DOUBLE CROSS (LDC)
  11. 14 Maret 1969, Bandung – CROSSER
  12. 1 November 1969, Malang-Young Pioneers Mountain Climber (YEPE)
  13. 16 November 1969, Bandung- JANABUANA IMT.
Rekomendasi :  8 Tips Pendaki Pemula Yang Perlu Diketahui

Etika Lingkungan Hidup Universal

Dalam aktivitas alam bebas, kita mengenal 3 Etika Lingkungan, yaitu Kode Etik Lingkungan Universal, yang berisi:

  • Ambil hanya foto, artinya tidak boleh mengambil apapun kecuali foto.
  • Tinggalkan hanya jejak, artinya tidak boleh meninggalkan apapun kecuali jejak.
  • Bunuh hanya waktu, artinya tidak boleh membunuh apapun kecuali waktu.

Meneladani perjuangan para pendahulu yang membawa sejarah lahirnya Kode Etik Pecinta Alam, generasi Pencinta Alam Indonesia seharusnya mengenal, memahami, menjalankan, dan menerapkan nilai-nilai dari Kode Etik Pecinta Alam se-Indonesia tahun 1974 seperti yang telah disebutkan.

Makna Kode Etik Pecinta Alam

Pada Kongres Keluarga Besar Pecinta Alam Bandung Raya ke-IV, disebutkan bahwa naskah Kode Etik yang beredar saat ini telah menyimpang dari naskah asli. Dalam acara tersebut, Johny Wiro juga mengatakan bahwa:

“Setelah Gladi Nasional ke-IV, seiring berjalannya waktu, terjadi kesalahan dalam penulisan Kode Etik Pecinta Alam tahun 1974 pada poin ke-4 yang tertulis sebagai “Kerabatnya”, padahal seharusnya adalah “Martabatnya”.

Kemudian ada perdebatan dan penafsiran bahwa Kode Etik Pecinta Alam Indonesia tahun 1974 dikukuhkan pada tanggal 29 Januari 1974 pukul 01.00 WITA, namun sebenarnya adalah tanggal 28 Januari 1974 karena sudah pukul 01.00 WITA.

Menurut Johny Wiro, sumber dari Kode Etik Pecinta Alam Indonesia adalah Jambore PA se-Jakarta Raya November 1973 dan acuannya dari Embrio Kode Etik Pecinta Alam Indonesia yang berasal dari Gladi Nasional PA ke-II di Batu Malang tgl 15 s/d 17 Desember 1970, sekitar 10 bulan setelah pelaksanaan Gladi Wanadri Februari 1970″. Johny menjelaskan hal ini kepada Wartapala.

Pada kesempatan itu, Nugraha Pelay dari PALAWA SWAGRIPPA mengatakan, “Kita bersama bertanggung jawab untuk kembali pada naskah Kode Etik Pecinta Alam 1974 yang dikukuhkan di Ujung Pandang dan harus disosialisasikan ke organisasi masing-masing.” Sementara itu, menurut Caca Casz dari HIMPALA ITENAS Bandung, “Kode Etik Pecinta Alam Indonesia adalah dasar bagi Pecinta Alam sebagai standar yang harus memiliki tujuan pada nilai-nilai manusia sebagai etika yang memerlukan analisis lebih dalam sebagai representasi psikologis, bukan teknis.

Rekomendasi :  Gunung di Indonesia Dengan Ketinggian Diatas 3000 mdpl

Sebagai penutup keseluruhan acara, akan diadakan diskusi lanjutan mengenai pentingnya materi Kode Etik Pecinta Alam pada setiap pendidikan dan latihan dasar Pecinta Alam. Semoga melalui acara ini, seluruh organisasi Pecinta Alam dapat semakin memperkuat jaringan dan terus berjuang mengaplikasikan Kode Etik Pecinta Alam se-Indonesia tahun 1974. (RA)

Penutup

Kode Etik Pecinta Alam Indonesia adalah salah satu hal yang sangat penting bagi para pecinta alam. Nah Pada Kongres Keluarga Besar Pecinta Alam Bandung Raya ke IV, naskah kode etik ini dibahas dan dikaji ulang agar dapat menjadi pedoman yang baik bagi para pecinta alam se-Indonesia.

Oleh karena itu, sangat penting bagi kita semua untuk mengenal dan memahami Kode Etik Pecinta Alam sehingga kita dapat menjalankan dan mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Dengan demikian, kita dapat memperjuangkan kelestarian alam dan melestarikan sumber daya alam untuk generasi mendatang. Nah itulah ulasan secara lengkap yang bisa kami berikan mengenai Mengenal Kode Etik Pecinta Alam Indonesia. semoga bermanfaat buat kalian.

administrator

Halo, Saya adalah penulis artikel dengan judul Mengenal Kode Etik Pecinta Alam Indonesia yang dipublish pada Januari 31, 2023 di website Pecintaalam.net

Artikel Terkait

Leave a Comment